Langsung ke konten utama

evaluasi kerinci lebih baik

Melihat Kembali Selogan KLB (Kerinci Lebih Baik) Bupati dan Wakil bupati kerinci 2014-2019 (ADZAN)
Hari ini 20 Agustus 2015 telah terjadi aksi demostrasi yang dilakukan oleh kader pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) cabang kerinci dalam demonstrasi yang dilakukan oleh kader PMII banyak sekali tuntutan yang di tujukan pada pemerintahan,diantaranya Selogan yg digembor-gemborkan oleh ADZAN adalah Kerinci lebih baik (KLB) secara bijak Seharusnya para demonstran harus melihat/evaluasi tentang Visi dan Misi ADZAN Sebelum menjadi bupati kerinci.
"Adapun visi pasangannya adalah terwujudnya kerinci lebih baik. Untuk mewujudkan itu, pasangannya akan melakukan misi meningkatkan pendapatan daerah berbasiskan pertanian, UMKM dan pariwisata.
“Semua belum terkelola dengan baik saat ini, kedepan akan tata dengan baik,” ujarnya.
Kemudian meningkatkan SDM yang berkualitas, berakhlak, beriman dan bertakwa. Lalu meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur yang terintegral antar sektor. “Kita juga akan meningkatkan kualitas ekosistem berbasir Sumber Daya lokal dan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik,” paparnya.
Sedangkan program lintas bidang dan lintas SKPD pasangan ini akan melakukan pemekaran Kabupaten Kerinci Hilir dan memberikan bantuan Rp 200 juta per desa untuk mempercepat pembangunan. Dia juga berjanji akan membangun Waterboom di Kabupaten Kerinci dan memperbaiki jalan untuk memudahkan wisatawan datang ke Kerinci. “Kita juga akan bangun image yang baik untuk pariwisata Kerinci,” ucapnya.
Dalam menjawab pertanyaan kandidat lain yang menanyakan apa pengalaman dan hasil memimpin negeri orang yang bisa dibawanya ke Kerinci. Adi Rozal menjawab kebanggaannya menjadi Wakil Walikota Padang Panjang adalah membangun waterboom, pelayanan kesehatan dengan bekerjasama dengan Jerman dan pendidikan yang unggul akan diterapkan di Kerinci.
Dalam statemennya, Adi Rozal mengatakan jika ditakdirkan menjadi Bupati Kerinci dia akan memulai dari diri sendiri, kemudian membuat Kerinci lebih baik. “Kita juga akan buat kegiatan masuk akal, untuk keadilan kita anggarkan Rp 200 juta per desa dan pemekaran Kerinci akan dilaksanakan."
Sekarang silahkan evaluasi sendiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tambo sungai penuh

bukti adanya sebuah kebudayaan di sakti alam kerinci dengan adanya tambo atau tulisan yang berisikan sejarah dan mantra-mantra orang terdahul yang merupakan bukti sejarah peradaban suku kerinci. referensi dokumentasi : Bhudi Vriasvhati dan Eka putra SH, buku senarai kebudayaan kerinci, 2014

Adat lamo pusako Usang

MEMBONGKAR ADAT LAMO PUSAKO USANG Oleh: H. Aulia Tasman Gelar Depati Muaro Langkap Jambi, 6 Januari 2015 GELAR PEMANGKU ADAT: ALAM MINANGKABAU, ALAM KERINCI DAN TANAH PILIH JAMBI - (8) PENURUNAN GELAR ADAT ALAM KERINCI: PEMEKARAN WILAYAH ADAT DAN KEDEPATIAN A. (Periode Abad ke 13 – 15 Masehi) Sampai pada abad ke 12 Masehi hampir semua sistem pemerintahan di Alam Kerinci menggunakan sistem pemerintahan sigindo, yaitu pemuka masyarakat yang menjadi pimpinan dusun. Namun kira-kira semenjak tahun 1280-an semenjak kedatangan pasukan ekspedisi Pamalayu yang sudah berinteraksi dengan penduduk lokal dalam bentuk perkawinan dan lainnya tidak berniat untuk kembali ke pulau Jawa. Kemudian sebagian pemimpin mereka yang mereka yang tidak bersedia untuk pulang ke Jawa, mereka menyebar sampai ke Alam Kerinci dipimpin oleh Patih Semagat (Raden Serdang) dan tokoh-tokoh lain. Tentang kedatangan sebagain pasukan Ekspedisi Pamalayu ke Kerinci tercatat dalam tulisan rencong sko pedandan dusun T...

TAMBO SAKTI ALAM KERINCI

TAMBO SAKTI ALAM KERINCI Tambo merupakan kisah yang meriwayatkan tentang asal usul dan kejadian masa lalu yang terjadi. Tambo bukanlah catatan sejarah yang harus dibuktikan dengan fakta-fakta yang akurat dan secara metode ilmiah, tahun kejadian serta siapakah yang melakukan penemuan. Namun bila dikaitkan dengan suatu bukti keberadaan, maka sebagian bukti itu ada dan nyata. Tambo tidak memerlukan sistematika tertentu dalam penulisan, sebagaimana halnya sejarah.  Cara mengisahkannya disesuaikan dengan keperluan dan keadaan setempat. Substansi yang terkandung didalam Tambo boleh jadi Benar Seluruhnya, Benar Sebagian, atau bahkan Tidak Benar Sama Sekali. Karena Tambo bukanlah Tulisan Karya Ilmiah, hal ini dapat dimaklumi. Namun Tambo dapat berfungsi sebagai Kearifan Lokal yang mempunyai nilai historis, budaya, norma, adat istiadat dan bahkan seni. Kebenaran atau Tidak dari isi substansi sebuah Tambo, tergantung kita yang menyikapinya, dan dari sisi perspektif mana kita mel...