Langsung ke konten utama

Dokumentasi tentang Tambo Rawang dan Sungai liuk

Dokumentasi tambo tulisan incung kerinci jambi

dokumentasi 4 tanduk kerbau tulisan incung di kota beringin rawang

Dokumentasi seutas buluh dari desa sungai liuk kerinci jambi

 sumber.Senarai kebudayaan kerinci,Incung.com

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tambo sungai penuh

bukti adanya sebuah kebudayaan di sakti alam kerinci dengan adanya tambo atau tulisan yang berisikan sejarah dan mantra-mantra orang terdahul yang merupakan bukti sejarah peradaban suku kerinci. referensi dokumentasi : Bhudi Vriasvhati dan Eka putra SH, buku senarai kebudayaan kerinci, 2014

Adat lamo pusako Usang

MEMBONGKAR ADAT LAMO PUSAKO USANG Oleh: H. Aulia Tasman Gelar Depati Muaro Langkap Jambi, 6 Januari 2015 GELAR PEMANGKU ADAT: ALAM MINANGKABAU, ALAM KERINCI DAN TANAH PILIH JAMBI - (8) PENURUNAN GELAR ADAT ALAM KERINCI: PEMEKARAN WILAYAH ADAT DAN KEDEPATIAN A. (Periode Abad ke 13 – 15 Masehi) Sampai pada abad ke 12 Masehi hampir semua sistem pemerintahan di Alam Kerinci menggunakan sistem pemerintahan sigindo, yaitu pemuka masyarakat yang menjadi pimpinan dusun. Namun kira-kira semenjak tahun 1280-an semenjak kedatangan pasukan ekspedisi Pamalayu yang sudah berinteraksi dengan penduduk lokal dalam bentuk perkawinan dan lainnya tidak berniat untuk kembali ke pulau Jawa. Kemudian sebagian pemimpin mereka yang mereka yang tidak bersedia untuk pulang ke Jawa, mereka menyebar sampai ke Alam Kerinci dipimpin oleh Patih Semagat (Raden Serdang) dan tokoh-tokoh lain. Tentang kedatangan sebagain pasukan Ekspedisi Pamalayu ke Kerinci tercatat dalam tulisan rencong sko pedandan dusun T...

TAMBO SAKTI ALAM KERINCI

TAMBO SAKTI ALAM KERINCI Tambo merupakan kisah yang meriwayatkan tentang asal usul dan kejadian masa lalu yang terjadi. Tambo bukanlah catatan sejarah yang harus dibuktikan dengan fakta-fakta yang akurat dan secara metode ilmiah, tahun kejadian serta siapakah yang melakukan penemuan. Namun bila dikaitkan dengan suatu bukti keberadaan, maka sebagian bukti itu ada dan nyata. Tambo tidak memerlukan sistematika tertentu dalam penulisan, sebagaimana halnya sejarah.  Cara mengisahkannya disesuaikan dengan keperluan dan keadaan setempat. Substansi yang terkandung didalam Tambo boleh jadi Benar Seluruhnya, Benar Sebagian, atau bahkan Tidak Benar Sama Sekali. Karena Tambo bukanlah Tulisan Karya Ilmiah, hal ini dapat dimaklumi. Namun Tambo dapat berfungsi sebagai Kearifan Lokal yang mempunyai nilai historis, budaya, norma, adat istiadat dan bahkan seni. Kebenaran atau Tidak dari isi substansi sebuah Tambo, tergantung kita yang menyikapinya, dan dari sisi perspektif mana kita mel...